Cendikiawan Muda Bambang Saputra Bangga Disuntik Vaksin Nusantara


MMO | MATA MEDIA ONLINE - Jakarta, Di tengah isu kontroversi antara pro dan kontra mengenai Vaksin Nusantara yang masih belum surut. Seorang Cendikiawan muda, Bambang Saputra mengaku bangga divaksin menggunakan produk tersebut. Hal itu, disampaikannya usai menjalani vaksinasi di Rumah Sakit Kepresidenan RSPAD, Jakarta, Jumat (30/4/2021).

"Sebagai bagian dari anak bangsa, saya bangga divaksin dengan Vaksin Nusantara," ujarnya.

Dikatakan Bambang, keputusannya bersedia untuk menjalani vaksinasi Covid-19 dengan Vaksin Nusantara, telah melalui proses pertimbangan pemikiran yang lumayan panjang.

"Metodologi pembuatan Vaksin Nusantara sangat rasional. Karena bahannya diambil dan diolah untuk menjadi vaksin anti Covid-19 adalah dari sel-sel darah kita sendiri. Sampai pada tahapan tertentu sekitar 8 hari, setelah prosesnya jadi, vaksin anti Covid-19 baru disuntikkan kepada yang bersangkutan," tutur Bambang.

Menurutnya, Vaksin Nusantara bukan sesuatu zat yang berasal dari luar dimasukkan ke dalam tubuh manusia. Akan tetapi dieksplor dari dalam (darah) kemudian diproses untuk melindungi tubuh manusia sendiri.

"Hal ini sejalan dengan fitrah suci penciptaan manusia, bahwa untuk melakukan kebaikan bukanlah suatu perbuatan diadopsi dari luar diri, melainkan dieksplor dari hati nurani untuk dijelmakan menuju kesempurnaan kebaikan hidup manusia sendiri," ujarnya.

Menurutnya lagi, secara rasionalitas, untuk meminimalisir dampak negatif dari vaksin anti Covid-19, adalah dengan memanfaatkan bagian dari tubuh yang bersangkutan sendiri.

"Apalagi ini hasil penelitian anak bangsa Indonesia sendiri. Kita patut bangga dengan mahakarya mereka yang luar biasa demi kebaikan kemanusiaan. Jadi Metode Vaksin Nusantara adalah metode vaksinasi terhadap Covid-19 yang paling rasional. Paling sejalan dengan makna filosofis fitrah suci penciptaan manusia yang diberikan Tuhan," demikian Bambang. [red.dody]

Subscribe to receive free email updates:

Notification
JASMERAH (Jangan sekali-kali melupakan sejarah), Karena Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.
Done