Pendamping PKH Kecamatan Tebing Tinggi Diduga 'Sunat' Bantuan Keluarga Miskin

foto.ilustrasi

MMO | www.matamedia.online SERGAI - Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Serdang Bedagai inisial HD Harahap diduga melakukan pemotongan bansos (bantuan sosial) non tunai PKH terhadap 9 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan dalih akan dikembalikan ke Kas Negara.

Menurut Erliana Saragih, Warga Dusun II, Desa Naga Kesiangan, Kecamatan Tebing Tinggi kepada Wartawan, Jumat (9/4) sore melalui telepon selulernya mengatakan bahwa penyaluran bansos PKH Tahap II yang dilaksanakan beberapa minggu lalu diduga ada kejanggalan, ia dan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) lainnya diarahkan Pendamping PKH agar mengambil uang bantuan PKH tersebut melalui agen dirumah Ketua kelompok di Dusun II, Desa Naga Kesiangan.

Pada penyaluran tersebut Saldo saya yang masuk ke KKS sebesar Rp1.625.000.- Namun yang saya terima dari Pendamping PKH hanya Rp.725.000,- ketika saya tanyakan mengapa diberikan segitu, Sisanya Rp 900.000, dimana pak, kata bapak pendamping itu bukan hak saya lagi dan akan dikembalikan ke Kas Negara. Padahal saat 'digesek' di mesin EDC saldonya semua masuk dan ditarik,"ujarnya.

Saat awak media menanyakan kepada ketua kelompok Dusun II Reni dikediamannya juga sebagai tempat berlangsungnya penyaluran dana tersebut, Apakah ada sejumlah KPM yang mengalami pemotongan dana Bansos PKH pada saat penyaluran dan Berapa jumlahnya uang yang dipotong, Ketua kelompok telah membenarkan kejadian tersebut.

"Iya benar pak, ada 9 orang KPM yang dipotong langsung oleh bapak itu saat digesek, 3 orang dusun II, 1 orang Dusun III dan sisanya 5 orang Dusun V kemudian bapak pendamping itu mengatakan kepada ibu-ibu tersebut mereka tidak berhak lagi mendapatkan dana ini, nanti akan saya kembalikan ke kas negara, kalau jumlahnya bervariasi,"jelasnya.

Dari beberapa KPM yang dipotong Bantuannya mengatakan tidak terima dan sangat marah kepada Pendamping PKH yang baru 2 Bulan berada di Kecamatan Tebing Tinggi tersebut. "Kami dunia dan akhirat tak terima batuan kami di potong, dan itu hak kami"ungkapnya.

Terpisah, saat dikonfirmasi pendamping PKH Kecamatan Tebing Tinggi, Hamdani Harahap kepada wartawan, Sabtu (10/4) ia tidak membantah soal pemotongan bantuan tersebut. Setelah dilakukan pengumpulan pemotongan dari KPM, pendamping menginformasikan kepada Kades Naga Kesiangan.

"Saya informasikan kepada Kades bahwa ada uang sisa yang bukan haknya KPM agar diberikan kepada yang membutuhkan, dan akhirnya untuk uangnya itu sudah diberikan kepada lansia dan anak yatim,"ujarnya. [red.alie]

Subscribe to receive free email updates:

Notification
JASMERAH (Jangan sekali-kali melupakan sejarah), Karena Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.
Done