Direktur Program Pascasarjana Moestopo Menggelar Wisata Kuliner Bersama Pegawainya Untuk Menyambut Puasa Ramadhan 1442 H.


MMO | www.matamedia.online Banten, 12 April 2021 Tradisi menyambut bulan suci ramadhan di Indonesia banyak ragam dilakukan oleh masyarakat seperti berdoa bersama, pawai obor, tabuh bedug, bersilaturahmi , nyekar leluhur, dll.

Namun untuk satu ini unik alasannya, yang dilakukan oleh Kanjeng Pangeran Paiman Raharjo Dwijonegoro . Sosok bangsawan yang merakyat dan gemar melakukan kegiatan sosial ini tidak melewatkan tradisi menyambut bulan suci ramadhan, dengan mengajak pegawainya berwisata kuliner. Kebiasaan ini rutin dilakukan sejak tahun 2015 ketika sang pangeran ditunjuk sebagai Direktur Program Pascasarjana Universitas Prof.Dr.Moestopo (Beragama).

Menurut keterangan paiman raharjo saat diwawancarai awak media di Sawung Liwet Bancakan Serang Banten mengatakan bahwa kebiasaan wisata kuliner menjelang bulan suci ramadhan dilakukan sejak dirinya remaja. Wisata kuliner diusia remaja dilakukan bersama teman-teman kuliah, karang taruna dan masyarakat dimana paiman bertempat tinggal. Kebiasaan peka terhadap lingkungan sekitar membuat paiman gemar bersosial dan bersedekah, serta mengajak teman-temannya menikmati kuliner.

Alasan unik paiman saat ditanya mengapa setiap menjelang puasa bulan suci ramadhan memilih mengajak pegawainya berkuliner, karena 1 bulan mereka harus puasa menahan lapar dan dahaga, maka sebelum puasa dipuasin dulu makan-makan enak, jelas paiman sambil tertawa. Namun makna yang utama sebenarnya bukan untuk makan-makan enak, tapi membangun silaturahmi dan memanjatkan puji dan rasa syukur bahwa tahun ini masih diberi kesempatan menjalankan ibadah puasa, tanbahnya.

Lebih lanjut paiman berharap, saat dirinya nanti tidak lagi menjadi Direktur atau pimpinan, tradisi punggahan atau menyambut bulan suci ramadhan dapat dilanjutkan oleh pemimpin berikutnya, jelas paiman menutup pembicaraannya. [red.zuhdi]

Subscribe to receive free email updates:

Notification
JASMERAH (Jangan sekali-kali melupakan sejarah), Karena Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.
Done