Reses Akbar Himawan Buchari, dari Persoalan Tanah, Honor Posyandu , GEPENG, hingga Stimulus bagi Pelaku UMKM


MMO | www.matamedia.online Persoalan tanah, penanganan banjir, hingga stimulus bagi pelaku UMKM menjadi masukan utama warga dapil Sumut 2 ketika Akbar Himawan Buchari, anggota DPRD Sumut dr Fraksi Partai Golkar melaksanakan reses di dapil meliputi: kelurahan sari rejo Medan Polonia, PB Selayang1 Medan Selayang, Sei Sikambing C2 Medan Helvetia, Asam Kumbang Medan Selayang, Sei Sikambing D Medan Petisah, dan Petisah Tengah Medan Petisah yang berlangsung dari tgl 21 - 28 Februari 2021.

Salah seorang warga Sari Rejo, ibu Hasna misalkan mendesak Akbar utk mendorong pemerintah segera menerbitkan Sertifikat Tanah rumah mereka yg sudah mereka tempati puluhan tahun & bersengketa dengan TNI AU.

Atas masukan tsb, Akbar memperjuangkan semaksimal mungkin hal ini ke walikota dan mencari solusi terbaik utk warga dengan tidak menzalimin hak warga Sari Rejo .

Warga Sari Rejo lainnya juga ada menyampaikan persoalan tambahan honor bagi tenaga Posyandu yg pernah dijanjikan sebesar Rp 100.000,- dari 2019 belum ada terealisasi sampai saat ini .

"Kami dari tenaga Posyandu sangat berharap agar bantuan tambahan honor perbulan sebesar Rp 100.000, - bisa segera terealisasi karna sangat berarti bagi kami apalagi sudah dijanjikan dr tahun 2019". Menanggapi hal tsb, Akbar mengutarakan akan mengecek mata anggaran tersebut ke Pemko Medan. "Jikalau ada, akan kami cek kenapa belom sampai ketangan ibu2 tenaga Posyandu" tegas Akbar yang disambut tepuk tangan meriah dari peserta reses.

Pada reses yang berlangsung dikelurahan Sei Sikambing C2 Medan Helvetia, salah seorang warga mempertanyakan urgensi keharusan suntik vaksin Corona bagi warga dan menganggap itu tidak penting. "Kalau ditanya bagi kami pak. Suntik vaksin Corona itu tidak penting karna kami sehat2 selalu dan selalu mengkonsumsi vitamin serta rajin olahraga. Melalui reses ini kami juga memohon bantuan kuota internet belajar daring untuk anak2 kami karena tidak terdistribusi dengan merata pak. Dan sampai kapan belajar daring ini terus berlangsung pak. Lebih bagus disegerakan saja belajar tatap muka kalau bisa bulan depan pak" ucap salah seorang warga keluarahan Sei Sikambing C2

Menanggapi hal tsb, Akbar mengatakan bahwa program vaksinisasi Covid 19 berlaku wajib bagi seluruh warga negara. Supaya aktivitas kehidupan kita kembali normal & kita bisa buka masker ini semuanya.

"Kita kembali kekehidupan normal sedia kala kalau sudah 80% rakyat Indonesia sudah disuntik vaksin. saya sendiri sudah disuntik vaksin tapi saya masih pakai masker karna 80% dari peserta reses ini belum disuntik vaksin" ucap Akbar.

"Nah dihubungkan dengan belajar tatap muka, Menteri Pendidikan Nasional menargetkan sekolah tatap muka bisa dilaksanakan bulan Juli 2021 tapi dengan catatan program.vaksin sudah dilaksanakan sebanyak 80%. Bagaimana mungkin kita buat sekolah tatap muka kalau bapak ibu sekeluarga tidak mau disuntik vaksin. Saya menghimbau kepada kita semua Ayo bapak ibu jangan takut disuntik vaksin covid 19 karena itu aman & halal. Biar apa ? Supaya kehidupan kita kembali normal seperti sedia kala dan aktifitas perekonimian kita makin menggeliat serta anak bapak ibu bisa kembali sekolah tatap muka" tegas Akbar yang diamini oleh peserta reses.

Warga Jalan Ampera , Sei Sikambing C2, pak Edi menyampaikan permohonan kepada Akbar supaya menyampaikan ke Dinas kebersihan supaya menyediakan Bak Sampah berukuran besar untuk warga karena banyak warga membuang sampah ke tanah kosong karena petugas sampah tidak ada." pak Akbar sendiri bisa merasakan dilokasi reses kita ini dibuat didekat lokasi tumpukan sampah yg udah dibakar dan masih banyak lalat lewat didepan Bapak. Kami sendiri sangat apresiasi Bapak mau reses ditempat tumpukan sampah yang menggunung. Terima kasih Pak Akbar" yang disambut tepuk tangan meriah peserta rapat. "Kami mendesak supaya Pemko menyediakan bak sampah besar disini sehingga sampah2 yang menggunung di lokasi ini bisa segera diangkat oleh Dinas Kebersihan" tambah Pak Edi

Menanggapi hal tsb, Akbar akan langsung menghubungi kadis kebersihan. " habis acara ini saya akan langsung kontak kadis kebersihan supaya sampah bisa diangkat & bisa disediakan bak sampah besar utk warga . Karena ini rawan penyakit apalagi berdekatan dengan mesjid" tegas Akbar.

Warga Helvetia lainnya, Ramon, menyampaikan persoalan bantuan bagi pengurus BKM Mesjid yang tidak transparan yg seharusnya kami terima 600 ribu tapi hanya 300 ribu. " bagaimana ini pak? Kami hanya menerima 300 ribu perbulan. Kenapa seperti ini? Kami juga menyampaikan agar Pemko Medan bisa menertibkan pengemis dan gelandangan yang banyak menjamur diseputaran simpang Manhattan dan Pondok Kelapa . Apalagi banyak diantaranya anak2 dibawah umur. Ini kemana dinas sosial pak? Makin banyak GEPENG menjamur di Kota Medan" ucap Ramon.

Menanggapi hal tsb, Akbar akan segera mengecek mata anggaran tersebut. "Kalau ada potongan, ini akan menjadi temuan pidana" tegas Akbar. " Soal Gepeng saya akan berkoordinasi ke dinas sosial supaya bisa ditertibkan. Karena gepeng adalah masalah sosial dan ekonomi warga. Jadi negara harus hadir di tengah2 masyarakat" tambah Akbar

Warga lainnya, Pak Mansur, juga menyanpaikan minimnya lampu jalan didaerah mereka. "Kami disini warga Jalan Ampera & Jl.Alumunium sangat minim lampu jalan pak. Pada bermatian pak. Jadi kalau malam disini gelap pak. Bahkan banyak bencong berkeliaran karna lampu jalan padam. Jadi mohon bantuannya pak" ucap Pak Mansur.

Menanggapi hal tsb, Akbar berjanji akan segera berkomunikasi ke kadis pertamanan Medan supaya segera dipasang lampu jalan . "Lampu jalan itu sangat penting karena rawan kriminalitas apalagi ditengah kondisi perekonimian di zaman Covid seperti sekarang ini" tambah Akbar

Pada reses yang berlangsung dikeluarahan PB selayang 1, Medan Selayang, warga menyampaikan permohonan agar penanganan banjr di Pasar 1 Setia Budi gang Amal. "Kami warga pasar 1 kalau sudah hujan lebat kena banjir pak. Kami mohon ini bisa segera ditangani dengan menyalurkan curah hujan gg.Amal keparit besar Pasar 1 dengan pemasangan gorong gorong serta membangun gundukan diatas titi jalan masuk gang Amal" ucap perwakilan warga, bu Uci.

Menanggapi hal tsb, Akbar akan segera berkoordinasi ke dinas Bina Marga " saya akan kontak ke dinas Bina Marga dan akan mengupayakan harapan ibu dan warga sekalian" ucap Akbar.

Sementara reses yang berlangsung di Kelurahan Asam Kumbang, Medan Selayang, warga yang kebanyakan berprofesi sebagai pengusaha kecil dan pedagang kaki lima memohon agar diberikan pusat pembinaan pelaku UMKM . "kami para pelaku UMKM ini mohon dibina supaya naik kelas pak. Ada semacam inkubator bisnis disediakan oleh pemerintah. Dan kami mohon supaya kami diberikan stimulus ekonomi dalam bentuk permodalan karena kami pengusaha kecil juga terdampak covid 19 ke usaha kami pak" ucap perwakilan warga, Popi.

Menanggapi hal tsb, Akbar meminta kepada warga yang berprofesi sebagai pengusaha kecil atau pedagang supaya membuat proposal utk kami teruskan ke dinas terkait dan perbankan . " saya minta kepada bapak/ ibu utk segera membuat proposalnya dan disampaikan ke kami utk kami teruskan. Karna kami sekarang di Komisi C yang itu mengurusi perekonomian dan bermitra dengan perbankan" ucap Akbar yang disambut tepuk tangan & ucapan terima kasih warga.

Dalam reses yang berlangsung selama 8 hari tersebut berlangsung sangat semarak serta antusias warga sangat tinggi. Banyak harapan dan masukan warga dapat segera diperjuangkan oleh Bapak H. Akbar Himawan Buchari, SH. [red.]

Subscribe to receive free email updates:

Notification
JASMERAH (Jangan sekali-kali melupakan sejarah), Karena Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.
Done