Mas Mulyadi P. Tamsir, Jasamu Abadi, Dihati Para Pecinta


MMO | www.matamedia.online Waktu berjalan begitu cepat mas, rasanya baru saja kita lima tahun lalu berjuang bersama di Himpunan Mahasiswa Islam saat saya masih aktif menjadi Pengurus HMI Cabang Medan dan mas saat itu sudah menjabat sebagai Ketua Umum Pb HMI.

Saya masih ingat betul, saat tangan mas berdarah ketika ada dinamika organisasi menjelang Pelantikan Badko HMI Sumut di Gedung Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) lima tahun silam tepatnya di tahun 2016.

Malam itu, penuh ketegangan dan amukan massa aksi demonstrasi dari teman-teman Pengurus Komisariat HMI. Tapi mas Moel tampak begitu tenang dan sabar menghadapi polemik dan konflik yang terjadi.

Saat terjadi tarik menarik yang menyebabkan Arloji mas Moel terhempas jatuh, tangan mas robek akibat besitan jam tangan mas yang ditarik massa. Sambil melindungi mas dari serangan yang datang dari delapan penjuru mata angin bersama teman-teman lainnya saya terus memegang erat tangan mas yang luka dan terus mengucurkan darah agar darah mas Moel Yadie tidak bercucuran.

Kami membawa mas Moel sampai ke kantor Polrestabes Medan untuk meminta perlindungan hukum dari amukan dan arogansi massa yang berusaha menyerang mas. Dan setibanya di kantor Polisi, mas meminta saya membeli alkohol, perban, betadin dan plaster untuk menutupi luka ditangan mas.

Ketika itu, temen-temen Pengurus Badko HMI Sumut dan Cabang Medan hendak membuat Laporan ke pohak Kepolisian atas tragedi yang terjadi, justru mas Moel menahan mereka untuk melaporkan kader-kader "HMI" yang menyerang ke pihak Kepolisian.

Saya ingat betul apa yang mas katakan, "Jangan dibuat laporannya, mereka juga anggota saya. Ini biasa dalam organisasi, dinamika yang berjalan harus diselesaikan secara musyawarah. Jangan dibenturkan oleh hukum dan aparat penegak hukum. Saya sudah sering mengalami ini sedang ber-HMI dan ini masih belum seberapa."

Mas begitu santun, arif dan bijaksana. Pemimpin yang santun dan penuh kharismatik, teguh dalam pendirian dan komitmen. Kami bangga bisa mengenal mas Moel.

Saya senantiasa mendoakan mas, mengenang jasa mas untuk umat dan Bangsa bil khusus untuk Himpunan Mahasiswa Islam. Jasa mas abadi, dihati para pecinta.

Kembalilah mas ke haribaan sang Ilahi Rabbi dengan tenang, damai dan puas. Semoga kepulangan mas kepada-Nya menjadi kepulangan yang di-Ridhoi, di-Rahmati dan di-Berkahi, kepulangan yang Husnul Khotimah. Dengan berkat Sholawat kepada Baginda s.a.w dan al-Qur'anul Karim yang mulia, semoga syafaat tercurahkan atas mas Mulyadi P. Tamsir.

Yaa rabbana, satukanlah mas Mulyadi P. Tamsir bersama para Mujahidin Fii Sabilillah, para Aulia, para Ulama Solihin, para Nabi dan para Rasul-Mu. Kasihi dan sayangi dia, tempatkanlah dia di sisi-Mu yang penuh kemuliyaan, keselamatan dan kesejahteraan. Jadikanlah setiap aktifitasnya mengelola Himpunan Mahasiswa Islam menjadi amal jariyyah, Rahmati dan Ridhoilah setiap tarikan serta hembusan nafasnya semasa hidup. Aamiin yaa mujibas saailiin 🤲

Dari yunior mu, Muhammad Mas'ud Silalahi (Pengasuh Rumah Qur'an)

Subscribe to receive free email updates:

Notification
JASMERAH (Jangan sekali-kali melupakan sejarah), Karena Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.
Done