Ketua Umum Jam'iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) Albiner Sitompul; Memprotes Serta Menuntut Majalah Charlie Hebdo Segera Ditutup


MMO | www.matamedia.online Jakarta. Gelombang desakan untuk menutup majalah asal Prancis, Charlie Hebdo terus menguat. Desakan itu datang karena majalah tersebut dinilai telah menghina Rasulullah, Muhammad SAW, dengan gambar karikatur.

Ketua Umum Jam'iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI), Albiner Sitompul mengatakan, Charlie Hebdo sudah melakukan pelanggaran terhadap freedom of nation dan freedom of religious yang dilindungi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Untuk itu pihaknya akan mengirimkan surat protes dan pengaduan ke PBB, Badan HAM Dunia, Pengadilan HAM Internasional dan juga European Of Human Right yang berkedudukan di Prancis.

"Kita akan segera menulis surat ke PBB dan badan HAM dunia serta Kementerian Luar Negeri untuk menyampaikan protes serta menuntut Majalah Charlie Hebdo ditutup." Tegasnya dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema "Pelanggaran Hak Azasi Umat, Majalah Charlie Hebdo (Prancis) & Hancurnya Peradaban Demokrasi Dunia" di Kantor DPP JBMI, Rabu (4/11/2020). "Ditegaskan dia, Charlie Hebdo dengan karikatur Nabi Muhammad telah merusak keberhasilan perjuangan masyarakat dunia dalam revolusi Prancis yang menghasilkan peradaban demokrasi di negara itu sendiri.

FGD ini menghadirkan beberapa narasumber, antara lain, Mantan Dubes RI di Polandia Hazairin Pohan, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sumut, Dr. Zulham, Ketua MKI Muhammad Joni dan Wartawan seniot Hasriwal AS Hasibuan.

Albiner menambahkan, Islam adalah religion community dunia yang harus mempercayai pilar iman (pillars of faith), yakni "Asyhadu an laa Ilaaha Illallah, wa asyhaduanna Muhammadar Rasulullah".

"Apabila pillars of faith Islam terganggu, maka akan menganggu hak azasi manusia dan peradaban demokrasi dunia," tambahnya. Sementara itu, Hazairin Pohan mengatakan persoalan penghinaan Nabi oleh Majalah Charlie Hebdo dan dibiarkan oleh Presiden Emmanuel Macron disebabkan karena masyarakat Eropa merasa sebagai pemilik perabadan dan merasa superioritas.

"Mereka selalu menyangkal terhadap kontribusi Islam terhadap kemajuan peradaban di Eropa. Padahal seperti kita ketahui, Islam memiliki kontribusi atas kemajuan peradaban di Eropa yang kita kenal dengan masa Renaisance," terangnya.

Hal sama juga ditegaskan oleh Zulham. Menurutnya, Eropa berhutang budi kepada Islam dalam ilmu pengetahuan dan kemerdekaan. "Andai Islam tidak meletakkan pondasi peradaban di Eropa, perabadan Eropa tidak akan semaju sekarang," urainya. Pembuatan karikatur Nabi Muhammad, tambah Zulham justru bertentangan dengan aturan-aturan HAM universal dan juga konstitusi Prancis. Aturan HAM universal mengatur menyampaikan kekebasan berpendapat tidak boleh melanggar kebebasan orang lain dan tidak boleh menganggung keamanan nasional dan keamanan internasional.

"Nah, kenapa karikatur Nabi Muhammad ini melanggar kebebasan berkeyakinan, karena bagi Islam, sosok Nabi Muhammad adalah sosok yang sakral. Sosok yang suci," terangnya. [red]

Subscribe to receive free email updates:

Notification
JASMERAH (Jangan sekali-kali melupakan sejarah), Karena Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.
Done