Tak ingin kumpulkan warga, Mahasiswa UMM lakukan penyuluhan door to door di Sampang


MMO | www.matamedia.online MADURA - Pandemi Covid-19 mulai menghantui Indonesia pada awal Maret 2020. Virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19 ini disebut berasal dari Wuhan, China.

Beberapa bulan setelah Covid-19 masuk Indonesia, sejumlah lembaga mulai memprediksi akhir pandemi Covid-19 di Indonesia. Kepala organisasi kesehatan dunia (WHO) berharap pandemi corona bisa berakhir dalam dua tahun. Tetapi sampai dengan hari ini, belum juga ada otoritas kesehatan baik internasional maupun nasional yang mampu memprediksi dengan tepat kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir.

WHO memperingatkan bahwa pandemi ini masih jauh dari "akhir".

Sehingga pemerintah memilih untuk menerapkan tatanan kehidupan normal baru atau new normal saat masih bertarung dengan pandemi virus corona (COVID-19). Meski menimbulkan pro dan kontra di masyarakat, keputusan ini diambil demi memulihkan kondisi ekonomi.

"Pemerintah selalu mengimbau masyarakat indonesia yang setiap harinya melakukan aktivitas di luar rumah untuk selalu waspada dan peduli terhadap diri nya sendiri termasuk orang lain dengan menjaga dan mematuhi protokol kesehatan yang telah diterapkan pemerintah" ujar iftitah selaku anggota dari kelompok 15 PMM UMM Gunung Sekar. Maka dari itu program kerja Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM), sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Kelompok 15 PMM – UMM Periode 06 yang dikoordinatori oleh Farah Islahul Amalia beserta 3 anggotanya yaitu Iftitah Rahmawati Syafriningrum, Ahmad Ridho Siddiq dan Hoirul Umam untuk melakukan penyuluhan (25/08/2020) tentang cara menyikapi kebiasaan baru atau new normal secara door to door terhadap Covid-19 di warga kelurahan Gunung sekar.

Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini merupakan kegiatan pengganti KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang berada dibawah naungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) UMM.

"Saya dan tim merencanakan kegiatan ini semata-mata hanya ingin memberikan kesadaran pada masyarakat kelurahan Gunung sekar untuk menyikapi kondisi yang sekarang dengan penerapan new normal. Agar masyarakat yang melakukan aktivitas diluar rumah sadar tentang pentingnya kesehatan diri kita sendiri untuk melindungi orang-orang yang di rumahnya seperti anak-anaknya" ujar iftitah selaku anggota dari kelompok 15 PMM UMM Gunung Sekar. Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Bhaktimu Negeri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kelurahan Gunung sekar tidak hanya memberikan penyuluhan tentang cara menyikapi kebiasan baru atau new normal, tetapi mahasiswa UMM juga memberikan sebagian dari langkah pencegahan Covid-19 seperti masker, handsanitizer, vitamin, dan jamu yang dinilai dapat menjaga sistem imun dalam tubuh.

“pemberian paket cegah COVID-19 ini bukan tanpa alasan, mengingat kota Sampang yang kasus COVID-19 setiap hari makin meningkat. Harapan saya dan tim saya dengan pemberian paket cegah COVID-19 ini dapat membantu kesadaran masyarakat terhadap penyakit” ujar iftitah selaku anggota dari kelompok 15 PMM UMM Gunung Sekar.

Konsep door to door dipilih agar warga semakin mengerti mengenai pencegahan Covid-19 dalam masa adaptasi kebiasaan baru atau new normal, dan juga sangat diharapkan agar dapat menghindari kerumunan yang sangat tidak disarankan oleh pemerintah serta berguna juga dalam terjalinnya kedekatan secara emosional. Sehingga penyuluhan secara door to door ini dapat membantu untuk memutus rantai penyebaran virus corona (COVID-19). (ifh)
Koresponden: Farah.

Subscribe to receive free email updates:

Notification
JASMERAH (Jangan sekali-kali melupakan sejarah), Karena Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.
Done