Kemenpora Bekerjasama Dengan Universitas Moestopo Gelar Webinar Bela Negara dan Radikalisme


MMO | www.matamedia.online JAKARTA - Semangat Bela negara dimasa kemerdekaan ini masih sangat penting sehingga dibutuhkan kesadaran dari semua warga negara. Pembicara Seminar Webinar Bela Negara, Guru Besar Universitas Prof. DR. Moestopo, Prof. Dr. H. Paiman Raharjo, MM, M.Si, mengatakan, perlu difahami bahwa Bela negara bukan hanya tugas pemerintah maupun TNI/POLRI saja, namun seluruh masyarakat Indonesia. Sebagaimana diatur dalam UUD, harus ada kewajiban yang melekat.

“Yang kita hadapi saat ini bukan lagi penjajah, namun faham-faham radikalisme sehingga diperlukan pembinaan kesadaran Bela negara yang didalamnya ada unsur cinta tanah air,” jelas Prof. Dr. H. Paiman Raharjo, M.Si, Guru Besar Universitas DR. Moestopo dalam acara seminar Webinar Bela Negara, Rabu (29/7/2020) di Jakarta.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BNPT, Boy Rafli Amar mengatakan, merujuk dari UUD, Bela negara adalah sebuah kewajiban setiap warga negara. Sesuai UU, bela negara sebagai sebuah sikap dan kehormatan warga negara. Menangkal radikalisme melalui belanegara adalah sebuah tuntutan. Meningkatkan kesadaran kepada warga negara terhadap ancaman juga diperlukan untuk menepis bahaya di negara Indonesia.

“Kalau kita bisa berpartisipasi dan diwujudkan dengan sikap nyata, maka itu adalah sebuah kehormatan bagi warga. Jangan ragu dan malu karena ini merupakan sebuah kehormatan. Kalau ada warga negara yang tidak cinta NKRI maka perlu dipertanyakan dan kita ajak bersama mencintai NKRI,” ungkapnya.

Sementara itu, Menpora Zainuddin Amali mengatakan, kerjasama antara Kemenpora dengan Universitas Moestopo melalui kegiatan yang sudah diprogramkan dan dipandu oleh 5 program prioritas penting termasuk Program belanegara. Ini menjadi komitmen Kemenenpora karena karakter pemuda akhir akhir ini mengalami degradasi. Kemenpora sebagai penanggungjawab menjadikan ini program prioritas.

“Jika kita tidak menyadari, maka karakter pemuda akan melemah dan akhirnya akan menyebabkan disintegrasi. Tentu ini tidak kita inginkan,” imbuhnya.

Menpora menambahkan, perguruan tinggi berkewajiban membina generasi muda untuk menyiapkan mereka dan menguatkan karakter, budaya dan ideologi. Menurutnya, ujian terhadap ideologi bangsa Indonesia telah mulai dirasakan bahkan keinginan untuk mengganti ideologi sudah mulai terlihat dengan mencoba berani tampil. Cara yang paling tepat untuk mengatasi adalah memanfaatkan muatan.

Lanjut Menpora, Kemenpora bekerjasama bersama BNPT dan lembaga lainnya untuk mengatasi persoalan. Banyak contoh negara yang tidak kuat menerapkan ideologi akhirnya tidak kuat menghadapi gelombang ideologi dari pihak lain. Kita jangan menganggap kondisi seperti akan sama seterusnya, tetapi kita perlu waspada terhadap ancaman kapan saja.

“Saya ingin berpesan bahwa kesadaran terhadap belanegara harus tumbuh untuk menangkal faham-faham radikalisme. Jangan kita merasa lelah untuk merawat NKRI,” pungkasnya. (Dody).
Koresponden: Dody Zuhdi

Subscribe to receive free email updates:

Notification
JASMERAH (Jangan sekali-kali melupakan sejarah), Karena Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.
Done